- Operasi Zebra 2025, Satlantas Polres Metro Jaksel atur Lalin di Perempatan Fatmawati
- Pelantikan P3K Paruh Waktu Kab. Tangerang, Perkuat Layanan Publik Formasi Terbesar se-Banten
- Tingkat Produktivitas Tinggi, Pemkot Depok Serahkan Penghargaan Bagi Tiga Perusahaan
- Wisuda Sekolah Lansia Kabupaten Tangerang 2025, Wujudkan Lansia Berdaya Melalui Program SIDAYA
- Polsek Kronjo Gelar STRONG POINT GATUR LALIN untuk Ciptakan KAMSELTIBCARLANTAS di wilayah Tangerang
- HUT ke-393, Bupati Tangerang Hadiahkan 200 Sambungan Air Bersih Gratis Untuk Warga Rajeg
- Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polresta Tangerang Sosialisasi Operasi Zebra Maung di
- Audiensi dan Silaturahmi Pokdarkamtibmas Polresta Tangerang Ke Polsek Balaraja
- Polsek Panongan Pantau Perkembangan Program Ketahanan Pangan di Desa Rancakalapa
- Hadiri Silakda, Sekda Tangerang: ICMI Jadi Ruang Strategis Bagi Pembangunan Daerah
Disenggol Purbaya, Wali Kota Tangsel Klarifikasi Isu Dana Mengendap Rp1,13 Triliun

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menepis kabar adanya dana mengendap di bank sebesar Rp1,13 triliun. Ia menegaskan dana tersebut bukan dalam bentuk deposito, melainkan sisa kas daerah yang belum ditarik oleh pihak ketiga atau kontraktor pelaksana proyek.
Ia juga menegaskan, tidak ada dana daerah yang ditempatkan dalam bentuk deposito. Dana kas Pemkot Tangsel seluruhnya berada pada rekening giro pemerintah daerah.
"Kalau deposito kita enggak ada. Giro ada. Dari pendapatan daerah Rp4,8 triliun, kita sudah terrealisasi sampai dengan hari ini Rp3,4 triliun atau 87 persen. Terus posisi kas daerah kita Rp963 miliar. Penerimaan kita kemarin Rp3,4 triliun sampai dengan 19 Oktober 2025. Penerimaan Rp3,4 triliun, pengeluaran sudah Rp2,6 triliun. Sisanya ini memang akan ditagihkan di akhir bulan ini,” jelas Benyamin.
Baca Lainnya :
- Bea Cukai Digeledah, Purbaya Dukung Langkah Kejagung0
- 2 Bahasa Asing Masuk Kurikulum, Ada yang Jadi Mapel Wajib Tahun 20270
- Ribuan Santri Padati Puspemkot Tangsel, Pilar: Santri Jadi Pondasi dan Aset Bangsa0
- ERDAMS FKM UMJ Latih Mahasiswa Mengelola Surat dan Anggaran0
- BRIMA Kritik Penonaktifan Kepsek SMAN 1 Cimarga: Guru Menegakkan Disiplin Tak Seharusnya Dihukum!0
Menurut Benyamin, kondisi tersebut merupakan hal yang lazim terjadi di akhir tahun anggaran karena sebagian kontraktor baru akan mengajukan tagihan termin terakhir pada penghujung tahun.
Sebagai informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti adanya dana pemerintah daerah yang belum terpakai dan masih mengendap di perbankan, salah satunya disebut Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Purbaya mengatakan, serapan anggaran belanja pemerintah daerah pada kuartal III tahun 2025 masih tergolong lambat. Padahal, pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran ke daerah dengan cepat.
Oleh karena itu, Purbaya meminta pemerintah daerah mempercepat belanja produktif agar pembangunan berjalan dan ekonomi lokal tetap berputar. (m30) sumber : Tribuntangerang.com
1.png)






