- Komsos Babinsa Dengan Warga, Pesan Jaga Kamtibmas dan Kebersihan
- Babinsa Dampingi Gerebek Posyandu Serentak di Kecamatan Sepatan
- Koramil 04/Cikupa Gelar Patroli Berkendaraan Amankan Fasilitas Publik
- Kapolda Babel Pimpin Sertiijab Pejabat Utama Polda : Karo SDM Hingga Kabid Humas Resmi Berganti
- Mapala Se-Indonesia Dirikan Posko Kemanusiaan, Pimpin Aksi Tanggap Bencana Aceh Tengah
- Kapolres Bangka Barat Imbau Masyarakat Aktif Melapor Usai Terungkapnya Kasus Curas di Jebus
- Polsek Cikupa Monitoring Genangan Air Akibat Luapan Kali di Desa Cibadak
- Polsek Kronjo Intensifkan Patroli Antisipasi Guantibmas
- Kapolsek Neglasari Hadiri Pernikahan Tokoh Masyarakat, Wujud Nyata Kedekatan Polri Dengan Warga
- Polda Metro Jaya Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Kombes Rita Wulandari Resmi Dilantik
Ahli Kejiwaan pribadi Sebut Marshanda sungguh Keterlaluan

LEWAT sebuah video berjudul “The Truth Part #1” yang diunggah ke Youtube Kamis (7/8) malam, Marshanda muncul menjelaskan insiden penjemputan paksa yang dia alami pada 26 Juli 2014 lalu.
Saat itu, saat sedang berada di kamar apartemennya, Caca--sapaan akrabnya--mengaku didatangi oleh tak kurang dari 7 orang. Mereka terdiri dari 3 petugas dari rumah sakit jiwa, petugas kepolisian, petugas keamanan apartemen, serta pengurus apartemen.
Pada kesempatan itu, menurut Caca, perawat laki-laki dan perempuan memaksa dirinya untuk disuntuk dan dibawa ke rumah sakit untuk diopname.
Baca Lainnya :
- Ketika kata Ciyus Terucap dari Mulut Jokowi0
- Ghazali: Putaran Kedua Pilkada DKI Ketat0
- Tuntut THR, Ratusan Pekerja Transjakarta Mogok0
- Foto Panas Beredar Lagi, Nikita Mirzani Syok0
“Aku enggak terima dan dengan hormat meminta mereka untuk keluar dari apartemen aku. Kareka aku sudah merasa enggak nyaman,” bilang ibu satu anak itu.
Namun sang perawat tetap pada pendiriannya dan kemudian menelepon dr. Richard Budiman, dokter ahli kejiwaan yang selama ini menangani Caca. Telepon itu kemudian diberikan kepada Caca.
“dr. Richard bilang, 'Ca, beberapa hari ini kamu sudah keterlaluan lho, Ca. Sudah banyak tindakan kamu yang keluar jalur, sudah banyak diomongin di TV',” Caca menirukan apa yang dikatakan dr. Richard di seberang telepon.
“Saya enggak nangkap apa yang disebut keluar jalur secara psikis. Akhirnya saya bilang, yasudah dok, saya telepon pengacara saya dulu deh,” lanjutnya.
Usaha Caca untuk menghubungi pengacara OC Kaligis saat itu sia-sia. Teleponnya tak diangkat. Karena terus didesak, bintang sinetron “Bidadari” itu akhirnya pasrah menerima suntikan di lengan kanan dan kirinya.








