- Polsek Cikupa Gelar Ops Cipkon KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Malam Hari
- Mayor Inf Tubagus Halim Hadiri Pemusnahan BB di Kejari Tigaraksa
- Operasi Keselamatan Maung Hari Kedua, Satlantas Polresta Tangerang Tegur Humanis dan Edukatif Ratusa
- Jum’at Berkah Penuh Makna, Kartini Bamus Kota Tangerang Hadir Berbagi Untuk Warga Perum Periuk Damai
- Commander Wish Kapolda Banten, Polsek Panongan Gelar Strong Point Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas d
- Tinjau Rumah Roboh di Kresek, Kapolresta Tangerang Pastikan Koordinasi Bantuan Pembangunan Ulang
- Brigpol Rohmat Laksanakan Sambang ke RW 03 Desa Talagasari, Perkuat Sinergi Polri–TNI dan Warga
- Teguhkan Iman Personel, Polresta Tangerang Peringati Isra Mi\'raj dan Salurkan Bantuan Sosial
- Polsek Cikupa Gelar Patroli dan Himbauan Kamtibmas, Tertibkan Aktivitas Matel/Debt Collector
- Antisipasi Banjir, Polsek Panongan Lakukan Pengecekan Daerah Rawan
Laksa Betawi yang Menggugah Selera international
Makanan khas betawi yang satu ini memang sudah agak jarang bisa ditemui. Namun bukan berarti punah. Di beberapa lokasi tertentu, anda masih bisa menemukan Laksa betawi. Bagi anda yang belum mengetahui apa itu Laksa Betawi, Laksa betawi adalah Penganan berjenis mie yang diberi bumbu. Laksa Betawi memiliki kuah berwarna kekuningan. Campuran udang rebon yang ada dalam kuah laksa, membuat rasanya menjadi segar dan di padu aroma khas udang.
Selain itu, Makanan ini menggunakan Ketupat. Isi dari ketupat laksa betawi adalah irisan ketupat, telur, kemangi, tauge. kucai, bihun, perkedel, dan bawang goreng, serta kuahnya yang kental dengan taburan udang kering. Namun ada yang bilang bahwa Bihun dan perkedel hanya variasi tambahan dari laksa, bukan bawaan asli nya.
Cara lain untuk menikmati Laksa adalah menggunakan Semur betawi. Paduan rasa manis pada semur, tentu nya akan menambah rasa gurih di lidah. Namun hal ini bukan suatu keharusan. Tergantung selera masing-masing.
Cara mengolah Laksa Betawi
Mengolah laksa betawi susah-susah gampang. Bumbunya sederhana, terdiri dari kunyit, lengkuas, sereh, daun salam, daun jeruk, jahe, jintan, lada, temu kunci, serta dua kilogram udang rebon. Semua bumbu dihaluskan dengan lumpang lalu ditumis dan dicampur dengan santan cair.
Bumbu baru ditambahkan dengan santan kental. Proses ini dilakukan sampai tiga kali. Sejak dahulu hingga sekarang. Dengan proses yang agak rumit, tidak aneh kalau makanan ini jadi agak langka. Orang maunya langsung jadi tanpa memikirkan cara pembuatannya.









