Breaking News
- Pabrik Senjata Api Ilegal di Lampung Tengah Digerebek, 2 Orang Ditangkap
- Bupati Tangerang Resmikan Gedung Sekretariat dan GOR KONI Kabupaten Tangerang
- Wabup Intan Minta Warga Jadikan Balai Warga Sebagai Rumah Ide, Gagasan dan Persatuan
- Kapolres Bangka Barat Imbau Sopir Truk Sawit Gunakan Jaring Demi Keselamatan Lalu Lintas
- Kurang Dari 12 Jam, Polres Bangka Barat Ungkap Kasus KDRT di Simpang Teritip
- Kapolres Bangka Barat Ajak Anggota Tanam Pohon Meski Diguyur Hujan Lebat
- Satlantas Polres Bangka Barat Intensifkan Patroli Rawan Banjir di Mentok
- Polres Bangka Barat Beri Penghargaan Kepada 14 Satpam Berprestasi Pada HUT Satpam Ke-45
- Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Maraknya Deepfake Asusila
- RedDoorz Balaraja Salurkan Bantuan Sembako Pasca Banjir Untuk Warga Kampung Bojong, Desa Pasir Ampo
Menteri Koperasi Resmikan Gerai Obat KDKMP, Depok Jadi Lokasi Percontohan
Menteri Koperasi Juliantono Meresmikan Percontohan Gerai Obat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

Depok, infokomnusantaranews.id
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono meresmikan Percontohan Gerai Obat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipusatkan di KDKMP Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (30/12/2025).
Piloting Gerai Obat tersebut berlangsung serentak di 10 KDKMP yang tersebar di 10 Provinsi di Indonesia.
Gerai obat ini merupakan mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang menjadi bagian dari kegiatan usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Alhamdulillah, hari ini kita melaunching piloting Gerai obat di 10 provinsi di Indonesia dan dipusatkan di KDKMP Abadijaya," ungkapnya.
Dikatakannya, kehadiran gerai obat ini dilakukan untuk mempermudah Masyarakat dalam mengakses Obat-obatan yang murah, aman, dan berkhasiat.
Sekaligus memperkuat peran Koperasi sebagai penyedia layanan dasar di tingkat Desa dan Kelurahan.
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa model percontohan gerai obat Koperasi ini akan diobservasi selama tiga Bulan kedepan.
Hasil observasi tersebut nantinya akan disempurnakan dan dikembangkan menjadi model yang baku untuk diterapkan diseluruh KDKMP Indonesia.
“Model bisnis ini perlu kita pelajari bersama. Dari piloting ini, kita akan menyempurnakan skema yang paling tepat agar bisa diterapkan secara Nasional,” jelasnya.
Pada tahap awal, Gerai obat KDKMP akan menyediakan sekitar 30 sampai 40 jenis obat bebas dan obat bebas terbatas yang umum dibutuhkan Masyarakat.
"Tentunya pelaksanaan Gerai obat dan Klinik Koperasi ini telah didukung oleh regulasi khusus dari Kementerian Kesehatan, sehingga layanan yang diberikan tetap sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku," tambahnya.
Percontohan Gerai Obat KDKMP ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Koperasi, BUMN, serta pihak Swasta.
Untuk diketahui, 10 KDKMP yang menjadi piloting gerai obat antara lain KDKMP Abadijaya Kota Depok Provinsi Jawa Barat, KDKMP Kuala Sempang dan KDKMP Malang Rapat Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, serta KDKMP Dawuhan Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.
Lalu, KDKMP Bantan, KDKMP Bhumbung Kabupaten Bengkalis, KDKMP Pasir Luhur, dan KDKMP Rawa Makmur Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.
Kemudian, KDKMP Sidomulyo Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, serta KDKMP Syariah Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
( Kabiro Ade )








